Jumat, 04 Desember 2015

Smarthography Project

Sungai musi kemerahan

Lingkaran Cahaya

Anak Sanggar

Bukuku

Berkesinambung

Media Lalu

Kampusku berbatu

Sudut pandang kopi

Kemilau Cahaya

Mengukir Budaya Yang Tergerus

Pantulan Air

Koin

Melebar

Bergantungan

Kemarau

Mozaik Art


Sisa Senja

Masa Kejayaan Yang Tersingkirkan

Terhimpit

Mozaik 2

Mozaik 3

Mozaik 4

Pulang Senja

Memandang

Kopi Pagi

Bulan Batu

Mozaik 5

Mozaik 6

Biru

entah

Keceriaan

Berjibaku Dengan Baju

16 Ilir

Pulang



Kemacetan

Senin, 10 Agustus 2015

Hilang Arah 2

               Bimbang

Apa yang kau pikirkan tentangku
Hingga jari jemarimu bisa berucap kata bimbang di dunia mayamu
Aku ini hanya lelaki yang rapuh,tapi setidaknya aku bisa berpura-pura kuat untuk menuntunmu ketempat yang terindah dan membuatmu tersenyum di kala kita berdua
Sebisa mungkin aku ingin memberimu kebahagian yang tulus selagi diriku mampu untuk berbuat
Aku melakukan itu hanya untuk mengurangi rasa bimbangmu dan ingin bersanding dengan mu walaupun itu hanya sejenak disisa hidupku
Dan setidaknya aku sudah mengukir cerita indah diantara kebimbanganmu itu..
Yakinilah hati kecilmu sedikit saja untuk hatiku yang rapuh ini
Jikalau kau sudah yakin,aku akan menyusun sisa puing puing hatiku yang hancur berserakan untuk membuat suasana yang harmony bersamamu..
Sabtu 19 okt 2013 10:18

Kamis, 19 September 2013

Tetesan Pena

Sisa Masa Lalu

Kau selalu mengajariku bagaimana caranya

Mengais masa lalu
Dan memaksaku untuk kembali menyentuh
Sisa-sisa kenangan

Terdampar dalam bayang-bayang yang

Kau gurat secara sengaja
Seakan sosokmu itu nyata yang menjelma menjadi
Bidadari kesiangan yang merusak
Hari-hariku saat ini

Dalam kenangan kau menyeretku secara perlahan

Menuju masa yang seharusnya aku lupakan
Hingga aku merasakan anestesi
Dan sampai aku menyadari bahwa aku sedang
Dipermainkan oleh ingatanku sendiri

(Kamis,19 September 2013 20:56) 



Stagnasi Rindu


Hanya tersisa kerinduan yang beriringan bersama kehampaan

Dan berjalan dengan kerinduan
Tertunduk perih,pilu dan malunya menantikan sebuah proses kerinduan ini
Yang terbungkus erat oleh kehampaan
Ingin rasanya menyerah pada kerinduan yang selalu berada di titik nadi ini

Akankah aku dibawa menghilang oleh kerinduan ini???

Atau mungkinkah kerinduan ini akan membawaku pergi jauh kesuatu tempat
Dimana semua orang akan merasakan sebuah timbunan tanah

Hanya saja kerinduan ini sering aku pahami sebagai sisi dan sisa udara  yang ada

Di rongga-rongga paruku

(Sabtu,10 Agustus 2013 18:05)



Aku


Aku hanya orang biasa dari yang biasanya 
Aku hanya ciptaan Tuhan dan diciptakan tak sempurna seperti orang-orang yang pernah di ciptakan Tuhan dengan sempurna
Aku tak bisa kau agung-agungkan dan ketika itu aku bukan menjadi aku
Aku tetap kaku

Aku hanya sebuah organ tubuh yang menyatu menjadi sosok yang manusia tak sempurna yang berisikan nyawa yang tak lama lagi pergi jauh dari keramaian

Saat ini aku hanya bisa menutup mulutku dengan sela jari-jariku yang gemetar sayup
Aku hanya seorang pendosa yang mungkin saja Tuhan tak mau mengampuni
Hanya tak ada kata yang aku pelakukan saat ini

Saat ini aku ingin menyentuh lembutnya belaian tangan Tuhan
Agar aku tak lagi merasakan perihnya jatuh dari puncak kebahagiaan perjalanan yang pernah 
Aku jalani

(Jum'at,09 Agustus 2013 20:38)


 Diam


Aku tidak akan pernah terlintas sedikitpun untuk membenci dirimu
Membenci hatimu
Membenci sifatmu
Membenci hidupmu
Dan ataupun membenci jasadmu

Aku hanya bisa menghela sisa-sisa nafasku dengan caramu itu saat kau perlakukan kepada hatiku

Yang sedang berguguran antara hamparan duri-duri segar
Diwaktu tetesan air hujan yang tepat pada malam dimana semua orang berseru dengan nama Tuhan
Yang bergumam di telingaku yang mulai layu
Di saat itu aku hanya bisa tertunduk dan terdiam
Dibalik kaca hitam di  sekelilingku
Sendiri dimalam yang penuh ampunan

(Rabu,7 Agustus 2013 23:42)


Dengan Tanpa Rasa

Pernahkah kau sadari
Kata-kata yang sakiti
Menyerang isi hati
Yang menghujam dan memerih
Diamkan aku,bisukan aku,pucatkan aku

Kau palsukan semua tawamu

Kau berfikir tanpa rasamu
Kau berbalik menyerangku dengan caramu dan tanpa rasamu
Akupun tak sanggup membayangkannya sedikitpun
Air mata ini pun mulai berjatuhan
seperti halnya debu-debu bertebangan
Sesali lalu,sesali waktu

Andaikan semua anganmu bisa datang menjemput hati rapuhku

Atau Andaikan semua asamu menghampiriku

Kau palsukan semua tawamu

Kau berfikir tanpa rasamu
Dan kau juga berbalik menyerangku dengan bertubi
Pergilah dariku jika inginmu memang pergi
Bawalah bencimu pergi jauh dari bayangku

(Rabu,7 Agustus 2013 19:15)



Buat Seseorang Perempuan Yang Sampai Saat Ini Aku Seperti Ketakutan Untuk Memanggil Namanya
*Kepada Seseorang Yang Bejulukan A.R Ataupun R.A

Dirintik kenangan
Pada waktu kecoklatan
Oleh gugusan
Daun-daun

Aku mengingatmu
Sebagai pelangi
Yang tak akan pernah tergapai-gapai
Oleh hembusan awan
Dan kesunyian
Dikala hujan

("M.A"// Kamis,01 Agustus 2013 21:41)



Tak Sedikitpun

Kapan aku akan bertemu lagi?
Kau sedikitpun tak meninggalkan dengan ucapan selamat tinggal 
Tidak satu sepatah katapun yang kau ingin katakan

Apaka ada ciuman terakhir untuk menutup setiap jahitan yang ada di hati
Akupun tak tahu dimana posisiku berada saat ini
Aku juga tak tahu jikalau aku memiliki hati yang sering kali berubah-ubah dan bahkan menjadi kepahitan


Dan mataku selalu mengembara berat di kepalaku
Kapan terakhir kali kau mencoba memikirkan aku
Tapi kau sedikitpun tak ingat
Apakah kau benar-benar tidak ingat
Dan Apakah kau memang tak mau mengingat
Aku harap kau mengingatku sekali lagi


Atau apakah kau yang benar-benar terhapus dari memori ku
Aku sering berpikir tentang di mana letak beradanya kesalahan saya
Mungkin Semakin banyak aku lakukan,mungkin juga aku akan semakin mengetahui letak kesalahanku


Aku juga tak tahu jikalau aku memiliki hati yang sering kali berubah-ubah dan bahkan menjadi kepahitan


Dan Apakah alasanmu mencintaiku sebelumnya
Harap kau mengingatnya sekali lagi


(Rabu,17 Juli 2013 21:35)


Jadi Jauh
Dulu Sama seperti mobil jenazah
Kamu mati untuk masuk lagi begitu aku jauh dari kamu
Pembakaran yang sama pada seperti pertandingan
Ketika kamu menyerang untuk membakar kehidupan semua orang yang kamu tahu

Dan apa hal terburuk yang kamu ambil
Dari setiap hatimu yang sedang beristirahat
Dan sama halnya seperti pisau yang kamu conteng dengan goresan
Yah,maka aku siap berpegangan untuk malam ini

Apa hal terburuk yang bisa kukatakan?
Hal-hal yang lebih baik
jika aku tinggalkan jauh dan menyampaikan sebuah pesan selamat malam
Atau Sebuah Kata "Jauh Dan Selamat Malam"

Tiba saatnya Ketika setiap musim gugur bintang Membawa kamu hingga menangis lagi
Aku adalah hal yang sangat menyakiti hati kamu

Dan apa hal terburuk yang kamu ambil 
Dari setiap hatimu yang sedang beristirahat
Dan sama halnya seperti pisau yang Anda conteng dengan goresan
Yah,Maka aku siap berpegangan untuk malam ini

Dapatkah kamu mendengarkan aku? Apakah kamu akan berada didekatku?
Bisakah kita berpura-pura?
Untuk pergi dan kemudian Kita akan bertemu lagi Ketika kedua mobil kita bertabrakan

Apa hal terburuk yang bisa kukatakan?
Hal-hal yang lebih baik
jika aku tinggalkan kau jauh dan meninggalkan sebuah pesan selamat malam

Atau Sebuah Kata "Jauh Dan Selamat Malam"

(Senin,15 Juli 2013 19:30)

 
 

Sementara Gelisah

Aku tak tau apa yang ada dalam rongga dadaku,isi selaput yg ada di kepalaku
sehingga selalu bisa membuat mulutku menjadi tertutup
aku tau itu karena kejadian kejadian yang di belakang terus mengiringi
aku tak bisa berbuat apa apa selain dengan kata TERDIAM

Hanya itu yang bisa aku lakukan
entah sampai kapan masa itu akan berakhir atau selalu mengiringi
selangkah demi selangkah jejakku yang tak tau kemana arahnya
mungkn saja langkah ku akan ke selatan,utara,barat,timur
atau mungkin saja langkah ku ini akan berada di garis akhir 

Tapi entah lah.....
Sedikit demi sedikit sebatang tembakau disela jariku mulai memberikan rasa hangat
sedikit demi sedikit itu rasa gelisah itu ku coba menjadi kesejukan dan bahkan menjadi kesakitan
Dengan Kata Iya atau tidak aku tetap menjalani gelisah itu

Dengan sendiri

(Rabu,10 Juli 2013 19:59) 



Tulus

Apa yang kau hancurkan

Apa yang ada di rongga - rongga 
Hatiku
Akan tetapi ku tetap tulus belajar
Mencintaimu
Dengan sisa - sisa kepingan
Tajam yang kau Hancurkan
Walaupun itu 
Tak mungkin bisa sesempurna
Seperti semula

(Selasa,09 Juli 2013 19:54) 




Atheis

 Inilah syair seorang majenun

Poseidon
Bawalah jiwaku kesayapmu cakar jatungku
berkeping - keping
Poaseidon
gahanna akan kubunuh
dan kita
Akan bahagia

(Bengkulu,27 Maret 1999/ibrani)





Tak Sampai

Malam ini hanya mimpi 
yang bisa diharapkan sekarang
Hadir atau tidaknya dirimu
Aku tetap
Melewatkannya dengan
Sendirian
(Kamis 23 Mei 2013 22:29)



Mimpi

Mimpi itu kembali menemani ditidur fajarku
Yang aku rasakan dimimpi itu
hanya kebahagian semu di waktu aku
perlahan membukakan kelopak
mataku dengan hitungan mundur
Walaupun ku tau mimpi
yang indah itu
tak akan pernah bersanding
di dunia nyataku

(Sabtu 15 Juni 2013 09:45)


Sia

Sepertinya halnya sebuah kata tak bisa
untuk berpura amnesia kepadamu
  Seperti itulah alasannya mengapa
aku selalu bahagia mengingatmu
di waktu yang terlalu sedikit
Dan meskipun
itu hanya 
SIA-SIA.....

(Selasa 2 Juli 2013 21:06)




Sabtu, 28 Mei 2011

Bebas

Bebas
  Kita disebut makhluk yang bebas,
karena kita memiliki kebebasan untuk memilih.

Dan,

...Pilihan yang paling besar dampaknya
pada kualitas hidup kita adalah pilihan sikap.

Jika kita melihat masalah kita permanen,
maka seolah-olah permanen-lah penderitaan kita.

Tapi jika kita bersikap postif,
maka banyak hal akan tampil lebih mungkin dicapai.

Kualitas sikap menentukan kualitas hidup.





Kualitas hati menentukan kualitas hidup.

Sehingga,
orang yang merindukan kehidupan yang baik
harus bersedia membaikkan hatinya.
...
Itu berarti,
ada hati yang sesuai bagi nasib baik,
dan ada yang tidak.

Dan ternyata,
hati orang yang bernasib baik
adalah hati bagi semua nasib,
yang damai dalam keadaan apa pun.

Hati yang damai
akan membantu Anda melihat kekayaan
yang sudah lama ada di dalam diri Anda.




Hidup Adalah Pilihan
Tapi Bagi Ku, Hidupuku Bukanlah Sebuah Pilihan
Tapi Sebuah Tantangan.




Kedewasaan seseorang dapat dinilai
dari tanggung-jawab pribadinya.

Orang muda yang bertanggung-jawab
bagi kebaikan hidupnya,
...
dan belajar dan bekerja keras
untuk menjadi pribadi yang mandiri
adalah pribadi yang dewasa.

Tapi,
masih banyak orang yang sudah tua,
yang menyalahkan orang lain
atas kelemahan hidupnya.

Kemudaan kita hanya berlangsung sesaat,

tapi ketidak-dewasaan bisa berlangsung seumur hidup.